• INSPIRASI JALANAN | Karena inspirasi tidak datang dari atas meja kerja (saja)...

Merasakan juga, 640GB itu kecil ya? 4

mozuqi | 00.29 |

Masih dalam Dus
Beberapa minggu lalu, saya berkeinginan untuk memiliki sebuah hardis eksternal. Saya memiliki keinginan tersebut karena beberapa alasan, yakni untuk memudahkan backup data TA dan hardisk di laptop saya sudah hampir penuh. Untuk alasan pertama, memudahkan backup data TA (juga tugas dan data lainnya), saya pernah merasa deg-degan berkeringat dingin ketika laptop tiba-tiba tidak bisa masuk ke Windows, walaupun selanjutnya lancar-lancar saja. Lalu, sering juga aplikasi "Toshiba HDD Protection" (aplikasi untuk meantau kondisi.kesehatan hardisk laptop) memberi peringatan "tidak dapat memberikan informasi status hardisk karena beberapa masalah". Walaupun mungkin masalah ada di aplikasi tersebut dan laptop tetap lancar seperti biasa.

Saya yakin faktor-X tidak bisa diperhitungkan dan (mungkin) tidak bisa dihindari. Saya membayangkan kondisi terburuk yang mungkin menimpa adalah: hardisk tidak terdeteksi dan untuk membetulkannya, data yang ada di dalamnya tidak bisa terselamatkan (naudzubilah).  Kebayang semua tugas akhir dan data lainnya (walaupun sebagian ada backup di komputer desktop) hilang tanpa jejak, nangis darah lah, haha. Oia, saya pernah mengalami kejadian seperti ini. Alkisah saya sedang mengoprek netbook milik kakak saya (AspireOne), lalu kemudian netbook tersebut mengalami hang. Menekan tombol Ctrl+Alt+Del pun tidak berpengaruh apa-apa, terpaksa saya hard shut down. Ketika dinyalakan kembali, ternyata tidak bisa masuk ke Windows, muncul tulisan yang menyatakan bahwa sistem tidak bisa menemukan booting hardisk. Saya panik setengah mati, terlebih karena itu adalah netbook milik kakak saya, bukan milik saya. Untungnya, netbook tersebut baru berumur seminggu, artinya kakak saya belum menyimpan data terlalu banyak dan garansinya masih berlaku sangat panjang. Setelah laporan ke kakak saya, saya pun membawa netbook tersebut ke Service Center Acer Bandung di Jalan Gatot Subroto dekat SMA BPI. Setelah menguraikan gejala yang dirasakan, sang suster menerima pasien tersebut dan berjanji akan menyembuhkan pasien dalam 3 hari dan paling lambat seminggu. Pada hari kedua di pagi hari, saya ditelepon untuk dimintai konfirmasi bahwa hardisk netbook tersebut akan terhapus, kembali seperti awal beli. Saya pun langsung mengiyakan karena sebelumnya pun telah memperhitungkan hal tersebut. Sorenya netbook tersebut sudah sehat walafiat dan saya ambil. Horeeey, lebih cepat dari yang dijanjikan :D. Kejadian ini sangat membekas di pikiran saya sehingga saya selalu berpikir untuk terus melakukan back-up data (terutama yang sangat penting).

Kembali lagi ke alasan membeli hardisk, alasan yang kedua adalah kapasitas hardisk di laptop saya yang hampir penuh. Hardisk laptop saya memiliki kapasitas 320GB, atau 287GB-an yang terbaca pada sistem Windows. Hardisk tersebut saya bagi ke empat partisi, dan dua partisi di antaranya sudah memerah alias hampir penuh, dan dua partisi lainnya pun sudah lebih dari 2/3-nya. Jika dilihat lebih rinci, selain data kuliah, hardisk saya banyak dipenuhi oleh film-film hasil download-an. Mau dihapus asa lebar, dan jika tidak dihapus hardisk saya akan semakin penuh. Solusinya adalah saya harus memiliki hardisk eksternal, baik untuk mem-backup data ataupun untuk menyimpan film-film.

Alhamdulillah, minggu ini saya memperoleh rejeki. Ditambah dengan uang tabungan saya, saya memutuskan untuk membeli hardisk di minggu ini. Kapasitas hardisk yang saya incar adalah 500GB atau 640GB, dan saya menginginkan hardisk tersebut memiliki fitur Antishock, berhubung keamanan data sangat saya utamakan. Pilihan pun jatuh pada hardisk  A-data SH93 (Antishock, Waterprrof), Transcend Storejet 25M (Antishock) , Transcend Storejet 25M3 (Antishock, USB 3.0), atau Buffalo Ministation PX (Antishock). Berdasarkan harga yang saya lihat di salah satu online store yang memiliki harga lebih murah, saya mendapati harga keempat model hardisk tersebut berkisar dari harga 680 ribu hingga 900 ribuan (untuk kapasitas 640GB), dengan urutan dari yang termurah hingga termahal sama seperti urutan penulisan keempat tipe hardisk di atas. Tentunya, karena spek keempat tipe hardisk tersebut telah memenuhi kebutuhan saya, pertimbangan selanjutnya adalah harga. Ya, saya memutuskan untuk memilih A-Data SH93. :D

Pada kamis malam lalu, ketika saya mengambil keputusan tersebut, saya iseng melihat-lihat forum jual beli. Secara tidak sengaja, saya menemukan sebuah lapak yang menjual hardisk Transcend Storejet 25M3 (Antishock, USB 3.0) second. Kebetulan sekali, seller tersebut berlokasi di Bandung dan hardisk yang dijual baru berumur 3 bulan (garansi panjang) sehingga saya pun langsung tertarik untuk menawar barang jualannya itu. Setelah melakukan tawar-menawar, kami bersepakat di harga yang cukup murah untuk saya, yakni lebih murah sekitar 245 ribu dari harga baru hardisk tipe tersebut, dan lebih murah 50ribu dibanding harga hardisk baru A-data SH93 (yang jika menurut harga barunya, berada di harga termurah di 4 pilihan saya). Dengan patokan 4 pilihan hardisk saya, saya memperoleh hardisk kedua terbaik (Transcend Antishock, USB 3.0) dengan harga yang lebih murah 50ribuan dibandingkan harga baru hardisk keempat terbaik (A-data SH93).

Besoknya, ketika kami bertemu, saya baru tahu ternyata seller adalah alumni Teknik Elektro salah satu universitas di Bandung dan sekarang sedang menjalankan usaha di bidang komputer dan teknlologi informasi. Alasan seller menjual hardisk tersebut adalah karena hardisk tersebut tidak mencukupi kebutuhannya lagi. Sekarang dia memakai hardisk-hardisk berukuran 2TB ke atas. Waw, saya hampir tidak percaya hardisk seukuran 640GB tidak mencukupi kebutuhan penyimpanan data seseorang. Maklum, saya hanya seorang mahasiswa yang hanya memiliki hardisk yang berisi data-data kuliahatau data lainnya yang tiak terlalu besar, walaupun sebagian besar hardisk laptop saya diisi oleh file multimeda seperti lagu dan film, hehe. Setelah mengecek kondisi hardisk tersebut dan memberikan sejumlah uang, resmi sudah hardisk tersebut milik saya.
Setelah Dibuka dari Dus

Oia, ternyata si seller memberikan saya bonus film di dalam hardisk tersebut. Lebih dari 500GB di hardisk tersebut telah diisi oleh film-film HD, anime, dan serial. Sebagian film atau serial sudah pernah saya tonton dan memang menarik, sebagian lainnya saya belum pernah tonton dan saya merasa pernah mendengarbeberapa  judulnya dan kemungkinan menarik. Di sini, saya kembali menjadi bingung, hahaa, niatan untuk 'menguras' isi hardisk 320GB laptop saya agak terganggu karena hardisk eksternal saya telah terisi lebih dari 500GB oleh film-film yang tentunya sangat disayangkan jika dihapus begitu saja sebelum ditonton. Akhirnya saya merasakan juga perasaan seller, 640GB itu kecil ya? hehe..

Oia, inilah isi hardisk eksternal saya saat ini. :D
Dari 596GB, udah tinggal 19GB aja 

Isi Hardisk1: Ngga smuanya saya tau loo film apaan, hehe..
"Isi Hardisk2: Ngga semuanya saya tau loo film apaan, hehe..

4 Responses So Far:

Kiyoshi mengatakan...

boleh lah dicopy filmnya :D
jadi rekomendasi HD yang bagus tuh yang A-Data SH93 ?

mozuqi mengatakan...

mun milari nu antishock+waterproof, sigana A-data SH93 best value lah, hargana tidak terlalu mahal, hehe..
parameter perhardiskan lainna mah asa sarua2 keneh.. V^^

Kiyoshi mengatakan...

klo gitu mah,, beli yang itu juga ah.. heu

mozuqi mengatakan...

mangga kang, diantos reviewna, hehe..

(C)2011 by mozuqi.com. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Inspirasi Jalanan | mozuqi.com Copyright © 2010 Prozine Theme is Originally Designed by Lasantha and Simple Modified by Me Home | RSS Feed | Comment RSS