• INSPIRASI JALANAN | Karena inspirasi tidak datang dari atas meja kerja (saja)...

Membuat Antarmuka Perangkat Ajar Mandiri dengan Flash 0

mozuqi | 05.46 |

Sebagai lanjutan dari tulisan saya sebelumnya, masih mengenai mata kuliah Imakom, kali ini saya akan menulis tentang membuat perangkat ajar mandiri dengan Flash. Ini merupakan tugas individu kedua yang diverikan pada mata kuliah ini. Perangkat ajar mandiri adalah aplikasi yang membuat kita bisa belajar suatu materi secara mandiri. Kita bisa menggunakan aplikasi itu untuk belajar di manapun dan kapan pun. Pada tugas kedua ini, spesifikasi tugas yang diminta oleh dosen adalah sebagai berikut.
Pada tugas ini ada perlu memilih salah satu sub pokok bahasan yang akan dikembangkan slide-slide presentasinya. Cukup gunakan 5 slide pertama untuk demo  antarmuka yang anda buat. Selain kebutuhan di atas, anda diperbolehkan dan diberi kebebasan untuk enambahkan elemen-elemen kreatif lainnya, misalnya “intro musik” pada saat aplikasi mulai dijalankan, serta menambahkan elemen-elemen dalam slide dengan ilustrasi tambahan, animasi, dll.

Penilaian didasarkan pada:

•  Kelengkapan dalam memenuhi kebutuhan di atas (40%)

•  Estetika, apakan penggunaan font, animasi dan elemen lainnya di dalam setiap secara estetik menyenangkan (30%)

•  Sistem Navigasi, bagaimana sistem navigasi memudahkan pengguna untuk mengkesplorasi materi ajar (30%).

•  Bonus (20%), kalau ada animasi atau visualisasi tambahan dalam slide yang mempermudah untuk memahami konten slide.

Jangan lupa untuk menerapkan konsep-konsep penting  dalam desain interaksi yang sudah anda pelajari di kelas. Tugas dikumpulkan lewat asisten mata kuliah pada tanggal 27 Februari 2011 untuk IF3099 K-1 dan K-2 atau 28 Februari 2011 untuk II3099. Instruksi Detil akan diinformasikan oleh koordinator asisten matakuliah.
Dalam rangka mencoba untuk memenuhi spesifikasi tugas di atas, saya memiliki konsep antarmuka perangkat ajar yang menggunakan navigasi seperti pada music/video player. Simbol-simbol yang digunakan (play, pause, next, last, dsb) dibuat menyerupai simbol yang umum digunakan pada media player. Tujuannya adalah karena pengguna telah familiar dengan mengerti dengan simbol-simbol tersebut. Navigasi-navigasi lainnya, perpindahan antar layar, dan konsep antarmuka lainnya tidak akan saya jelaskan lebih lanjut. Silahkan lihat dan nikmati sendiri, hehe. Antarmuka tersebut bisa dilihat di bawah ini.



Pada tugas ini, saya menggunakan materi bab 5, aspek afektif. Oleh karena itu, teman-teman harus memilih bab 5 pada pilihan bab untuk melihat slide yang saya buat. Pada file flash ini saya sudah mulai menggunakan Actionscript, hehe, lumayan lah belajar dikit-dikit. Actionscript yang digunakan adalah Actionscript 2.0 karena coding Actionscript ini masih berorientasi pada objek, sehingga menurut saya lebih mudah daripada Actionscript 3.0.

Di bagian atas slide, terdapat status bar yang menyatakan posisi slide di antara keseluruhan slide. Pengguna juga bisa berpindah slide dengan memilih pada status bar tersebut (pada tugas ini hanya dibuat 5 slide, sehingga terdapat 5 status bar yang terpisah). Di bagian kiri slide, terdapat pilihan bab lain, jika pengguna merasa ingin pindah ke bab lain. Namun, pada tugas kali ini hanya disuruh membuat satu bab.

Oia, sebenarnya pada saat saya membuat Flash ini saya juga menyadari beberapa kekurangan, yakni pada tombol play & pause serta tombol mute & unmute. Kekurangannya adalah tombol play masih bisa ditekan ketika slide sedang berjalan, begitu juga dengan tombol pause yang masih bisa ditekan ketika slide dalam kondisi pause. Pada tombol mute & unmute, kedua tombol tersebut mempunyai fungsi yang sama (tidak seperti gambar yang direpresentasikannya). Tombol mute & unmute, masing-masingnya bisa digunakan untuk mematikan dan menghidupkan suara. Sebenarnya pada konsep antarmuka yang saya inginkan, saya menginginkan tombol play baru muncul ketika tombol pause ditekan, dan tombol unmute baru muncul ketika tombol mute ditekan. Dengan kata lain, seharusnya tombol yang berlawanan fungsi itu muncul secara bergantian, tidak muncul berbarengan. Seperti pada tombol play-pause dan tombol mute-unmute pada Windows Media Player. Namun, karena keterbatasan ilmu saya dalam mengoperasikan Flash, saya belum mengetahui bagaimana caranya suat tombol (simbol) bisa berubah jika ditekan, hehe. Ya sudah lah, yang penting masih sesuai dengan fungsinya.

Seperti pada tulisan saya sebelumnya, kali ini juga saya mengahrapkan teman-teman memberikan komentar, terutama mengenai User Experience pada antarmuka ini.


0 Responses So Far:

(C)2011 by mozuqi.com. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Inspirasi Jalanan | mozuqi.com Copyright © 2010 Prozine Theme is Originally Designed by Lasantha and Simple Modified by Me Home | RSS Feed | Comment RSS