• INSPIRASI JALANAN | Karena inspirasi tidak datang dari atas meja kerja (saja)...

Pulsa Bisa "-" (Minus) Juga Ternyata 0

mozuqi | 23.38 |

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya pada tulisan yang ini, saat ini saya sedang mencoba kartu Tri untuk akses internet via Mobile Broadband. Tadi siang, saya kembali mencoba berinternetan menggunakan modem yang diisi kartu Tri, setelah beberapa hari sebelumnya saya asyik memanfaatkan Wifi di kampus untuk akses internet. Kartu Tri tersebut belum saya daftarkan untuk paket internet unlimited Tri, saya masih memanfaatkan pulsa reguler bawaan dari kartu perdananya sebesar Rp 10.000,- untuk berinternet. Ketika mencoba menyambungkan koneksi, secara otomatis koneksi kembali putus setelah beberapa detik. Saya ulang beberapa kali pun hasilnya sama saja, berhasil menyambung namun tak lama kemudian putus kembali.

Saya berpikir mungkin pulsanya sudah habis sehingga tidak bisa untuk berinternetan. Saya tidak bisa mengecek pulsa secara langsung karena saya memasukkan kartu Tri tersebut pada modem, bukan pada hape. Saya berniat untuk memindahkan kartu SIM Tri tersebut pada hape saya, namun sebelumnya saya menghubungi salah satu teman saya, Mato, yang menjual pulsa untuk memintanya mengisikan pulsa pada kartu Tri tersebut. Setelah mengirim SMS pada teman saya tersebut, saya diminta untuk memberikan nomor kartu Tri saya, dan karena saya tidak hapal dengan nomornya saya mencari-cari bungkus kartu perdana Tri yang bertuliskan nomor kartu Tri tersebut. Untungnya, sebelum menemukan bungkus kartu perdana tersebut saya menyempatkan diri untuk memindahkan kartu Tri ke hape saya. Saya mengecek pulsa dan hasilnya cukup mengejutkan, pulsa saya Rp -29759 (Minus 29 ribu-an). Saya berpikir kalau misalnya saya mengisi pulsa Rp 50.000,- pada kartu Tri ini, sisa pulsa saya mungkin akan menjadi hanya Rp 20.000-an karena saya berhutang (minus) sekitar Rp 30.000,-. Berikut adalah skrinsut dari hape saya.

Pulsa Rp -29759
Pulsa Rp -29759 (minus lho)
Setelah melihat saldo pulsa Kartu Tri saya tersebut, tentu saja saya mengurungkan niat untuk mengisinya dengan pulsa Rp 50.000,-. Saya jadi berniat untuk membeli kartu perdana Tri baru. Jika dilihat dari hitung-hitungan, tentu saja keputusan membeli kartu Perdana baru lebih ekonomis. Misal saya membeli kartu perdana Tri seharga Rp 12.000 dengan pulsa di dalamnya Rp 10.000 (Ini harga beli kartu perdana Tri yang sekarang pulsanya minus) ditambah dengan membeli pulsa Rp 50.000 seharga Rp 51.000, saya memperoleh pulsa sebesar Rp 60.000 pada kartu Tri baru saya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 63.000,-. Jika saya tetap tidak mau mengganti kartu, dengan mengeluarkan Rp 51.000 (untuk membeli pulsa Rp 50.000) saya hanya akan memperoleh pulsa sebesar Rp 20.000 pada kartu Tri lama saya (Rp 50.000 dikurangi Rp 30.000). Selanjutnya, saya mengumpulkan niat untuk beranjak keluar rumah menuju counter hape yang menjual kartu perdana dekat rumah. Di counter hape tersebut ternyata dijual kartu perdana Tri dengan harga jual yang lebih murah, hanya Rp 5.000 dengan pulsa sebesar Rp 3,000. Ya sudah, saya beli saja kartu Tri dengan harga Rp 5.000 tersebut, toh saya akan membeli pulsa tambahan Rp 50.000.

Sesampainya di rumah, saya langsung mengaktifkan dan meregistrasi kartu Tri saya itu. Setelah selesai, saya kembali menghubungi Mato untuk mengisikian pulsa Rp 50.000. Saya tetap membeli pulsa pada teman saya (tidak di counter hape tempat saya membeli kartu perdana) karena saya ingin mendukung usaha teman saya tersebut. Sebenarnya bukan hanya itu sih alasannya, tapi juga saya bisa menghutang pembayarannya, hahaa. Sekarang, saya telah memiliki kart Tri baru yang berisi pulsa sebesar Rp 53.000 dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 56.ooo,- dan meninggalkan hutang sebesar Rp 30.000,- di kartu Tri lama saya, hehe. Saat ini, kartu Tri baru tersebut sudah saya registrasikan untuk paket internet unlimited dengan kuota (sebelum dowspeed) sebesar 1 GB yang menguras pulsa sebesar Rp 35.ooo,- dan sekarang saya gunakan untuk membuat tulisan ini.

Hatur nuhun Mato atos masihan nambut pulsa Rp 50.000, enjing lah dibayar. Terima kasih juga pada Tri yang menganggap lunas hutang saya, hehe. Saya mengasumsikan Tri menganggap lunas saya karena tidak ada tagihan yang ditujukan pada saya. Coba saja ada tagihan, saya (mungkin) akan bayar hutang Rp 30.000 saya itu, hehe.

0 Responses So Far:

(C)2011 by mozuqi.com. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Inspirasi Jalanan | mozuqi.com Copyright © 2010 Prozine Theme is Originally Designed by Lasantha and Simple Modified by Me Home | RSS Feed | Comment RSS