• INSPIRASI JALANAN | Karena inspirasi tidak datang dari atas meja kerja (saja)...

Mencoba internetan Tri (3/Three) 8

mozuqi | 07.34 |

Sejak 1,5 tahun yang lalu, dari sekitar bulan Agustus 2009, saya menggunakan layanan Telkomsel Flash untuk berinternetan. Pertimbangan untuk memilih layanan mobile broadband adalah pada saat itu saya akan jarang pulang, menginap di tempat temen atau di kampus. Pilihan produk mobile broadband pada saat itu adalah Telkomsel Flash dan Indosat M2. Saya memilih Telkomsel Flash adalah karena (menganggap) jaringan Telkomsel lebih bagus dan ada di mana-mana (terutama sinyal 3G dan HSDPA-nya), serta terdapat gerai (grapari) Telkomsel dekat rumah (Cibiru). Pada saat awal-awal pemakaian, saya merasa cukup puas dengan pelayaan Telkomsel Flash ini, salah satunya seperti yang saya ungkapkan pada tulisan saya yang ini. Namun, akhir-akhir ini saya merasa tidak terlalu puas. Hal ini disebabkan kuota unlimited yang diturunkan, serta sinyal (3G/HSDPA) yang susah didapat, sekalinya sinyal 3G/HSDPA itu berhasil diperoleh, seringkali tidak stabil dan mudah putus.

Untuk memenuhi akses internet yang saya butuhkan, saya jadi lebih suka berinternetan di Wifi kampus, walaupun tidak bisa mengakses (secara resminya) ke beberapa situs seperti kaskus atau mediafire, saya menikmati akses internet di Wifi kampus karena kecepatannya yang luar biasa, sangat luar biasa jika dibandingkan dengan kecepatan broadband Telkomsel Flash saya. Seminggu yang lalu, saya iseng-iseng menguji kecepatan akses internet via speedtest.net dari kampus dan dari Telkomsel Flash, seperti terlihat pada gambar di bawah. Oiya, untuk pengujian Telkomsel Flash saya harus melakukannya pada non-peak hour, ketika kecepatannya rada mending dibanding pada peak-hour, saya melakukannya pada sekitar jam 1 dini hari.

Hasil Uji (server Bandung) Kecepatan Akses Wifi di kampus
Hasil Uji (server US) Kecepatan Akses Wifi di Kampus
Hasil Uji Kecepatan Telkomsel 

Seperti terlihat pada dua gambar di atas, kecepatan akses internet di kampus jauh lebih tinggi daripada kecepatan Telkomsel Flash. Saya semakin menyukai berinternetan di kampus. Modem huawei saya dengan kartu Telkomsel Flash-nya jarang saya pakai, walaupun tagihan bulanannya tetap ditarik dari autodebet. Tiga hari yang lalu, saya membutuhkan akses internet ke kaskus untuk suatu keperluan jual beli. Jaringan internet di kampus tidak mengizinkan saya untuk membuka situs tersebut, saya pun menggunakan Telkomsel Flash saya. Yah seperti yang saya duga sebelumnya, aksesnya sangat lambat. Membuka halaman yang sangat lama, beberapa postingan menjadi double,dan pengiriman PM gagal. Saat itu, salah satu senior saya, Kang Muy, menawarkan untuk menggunakan modemnya yang diisi kartu tri (3/three). Saya pun mencobanya dengan meminjam kartu tri-nya dan dipasangkan pada modem saya. Walhasil, kecepatannya jauh lebih baik daripada ketika menggunakan Telkomsel Flash.

Pengalaman saya dengan kartu tri pinjaman tersebut membuat saya berpikir untuk menggunakan kartu Tri untuk akses inrternet. Tadi malam saya mencoba membeli kartu perdana Tri MU seharga Rp 12.000 bergambar Park Ji Sung yang termasuk pulsa Rp 10.000 dan gratis akses internet 100MB. Percobaan pertama saya dengan kartu Tri tersebut di rumah dan di kampus memberikan hasil yang cukup baik dibandingkan Telkomsel Flash. Sinyal 3G lebih mudah diperoleh di rumah, apalagi di kampus. Saya jadi semakin ingin menghentikan langganan Telkomsel Flash saya, karena selain masalah kecepatan akses, juga dari segi harga dan sistem pembayaran, kartu Tri (untuk saat ini & untuk saya) lebih baik. Kartu Telkomsel Flash saya menggunakan sistem pascabayar, paket unlimited yang saya pilih memiliki kuota (sebelum downspeed) hanya sebesar 500 MB, dan harga yang harus saya bayar tiap bulannya adalah sebesar Rp 137.500,- (Rp 125.000 + Pajak 10%). Di Tri, sistem yang digunakan bisa Prabayar (pulsa biasa), dan paket unlimited yang paling mahal pun hanya Rp 99.000 dengan kuota sebelum downspeed sebesar 5 GB (sumber: Web Tri). Semua yang belajar matematika pun tampaknya pasti memilih kartu Tri dibandingkan Telkomsel Flash, terutama jika berada di posisis seperti saya.

Yah, beberapa hari ke depan saya akan mencari waktu kosong untuk pergi ke grapari untuk memberhentikan langganan Telkomsel Flash saya dan menggunakan kartu Tri untuk akses internet via mobile broadband. Mungkin nanti akan saya buat tulisan tentang kinerja internet Tri setelah saya mencobanya lebih jauh. Nuhun pisan ka Kang Muy atos ngenalkeun kartu Tri. hehe.

8 Responses So Far:

Kiyoshi mengatakan...

sawangsulna,,

sebelumnya juga saya pengguna flash, tapi karena harga tidak berbanding lurus dengan kualitas, jadi cari alternatif lain, sempat nyoba im2, juga kurang kurang memuaskan, terus pindah ke 3,

*tapi kalau mau nyoba smart, insya Allah lebih tercengang lagi,, pengalaman minjem modem temen seminggu.

awaludinmandiri mengatakan...

Pengalaman yang memang perlu untuk dibagikan,.

Bikinprofil Dot Com - salman mengatakan...

tadinya q mau pke telkomsel flash tp stlah bca artikel anda kayaknya q perlu pikir2 lagi.
apkah flexi dngan telkomsel flash layanannya sama?klo bisa d jlasin ya?
makasih atas infonya semoga bermnfaat.

mozuqi mengatakan...

Iya sih smart lebih cepet deui, komo mun di kampus..

Ngan lebar kudu beli modem baru..hehe,,

mozuqi mengatakan...

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.. V^^

mozuqi mengatakan...

Hmmm..
kayaknya beda deh..
Flexi kan basisnya CDMA, Flash mah GSM..
Belum pernah nyoba juga soalnya..

Pulsa Bisa “-” (Minus) Juga Ternyata « Inspirasi Jalanan mengatakan...

[...] yang pernah saya tulis sebelumnya pada tulisan yang ini, saat ini saya sedang mencoba kartu Tri untuk akses internet via Mobile Broadband. Tadi siang, saya [...]

mozuqi mengatakan...

Walaupun tarifnya naik, internet Tri masih lebih mending dari yg laen..

(C)2011 by mozuqi.com. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Inspirasi Jalanan | mozuqi.com Copyright © 2010 Prozine Theme is Originally Designed by Lasantha and Simple Modified by Me Home | RSS Feed | Comment RSS