• INSPIRASI JALANAN | Karena inspirasi tidak datang dari atas meja kerja (saja)...

Jebakan Betmen 2

mozuqi | 10.40 |

Pagi itu, Jumat 10 Desember, seperti biasa saya berangkat ke kampus dengan menggunakan sepeda motor. Jalur yang saya tempuh untuk mencapai ITB dari rumah saya (Cibiru) adalah lurus Jl. AH Nasution – Cicaheum – Suci – Dago. Seperti pagi yang lainnya, lalu lintas di sepanjang jalan cukup macet. Ketika saya sampai di jalan suci, setelah daerah depan sentra kaos, percetakan, dsb, tepatnya menjelang perempatan Cikutra, lampu lalu lintas di perempatan tersebut sedang hijau.

Dengan kondisi lalu lintas padat merayap sehingga walaupun lampu hijau kendaraan tidak bisa maju, saya yang masih berada di belakang garis putih perempatan, tidak memperhatikan warna lampu lalu lintas, hanya mengikuti kendaraan di depan. Ketika tepat berada di garis putih perempatan, saya baru sadar lampu lalu lintas telah menjadi merah, saya pun menghentikan sepeda motor dengan seketika sehingga terjadi jarak antara saya dan kendaraan depan saya yang terus maju karena terlanjur di depan. Namun, sebuah motor matic yang semula berada di belakang saya malah menyusul dan melajukan terus kendaraannya melalui perempatan tersebut.

Memang sih, kendaraan dari arah yang lain (yang lampunya sekarang seharusnya hijau) belum mulai maju, sehingga motor itu pun “selamat” tidak menabrak/tertabrak/dikelakson/dimaki pengendara yang berhak maju di arah yang lain. Sialnya, ternyata di seberang perempatan tersebut ada sesosok aparat berompi hijau stabilo yang tiba-tiba muncul dari sebuah kios. Yah, motor matic itu pun diminta untuk berhenti oleh polisi tersebut yang terlihat jelas dari arah saya berhenti. Saya sedikit senyum melihat hal tersebut dan menoleh ke pengendara sepeda motor di samping saya, dia juga ternyata tersenyum karena melihat kejadian tersebut dan mengucapkan suatu komentar (yang tidak terdengar oleh saya karena saya mendengarkan lagu via headset) sambil menunjuk-nunjuk arah polisi yang menilang tersebut.

Dari kejadian tersebut, saya jadi teringat beberapa kejadian yang perndah saya lihat atau alami langsung sebelumnya dan terbesit pertanyaaan: “Kenapa polisinya harus stand-by/berjaga setelah perempatan? Kenapa tidak sebelum perempatan?”. Saya pun memiliki beberapa alternatif jawaban, dari “Untuk memberikan efek jera bagi pelanggar” hingga “Untuk mendapatkan tambahan uang”, hehee..  Oia, untuk selanjutnya dalam tulisan ini kejadian seperti itu saya sebut “Jebakan Betmen”.

Dari segi aturan yang berlaku, memang sih yang melanggar itu harus diberiakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Namun, ketika kita menjadi pelaku, terperangkap “Jebakan Betmen” seperti itu pasti sangat mengesalkan karena kita punya “niat bagus” untuk sampai secepatnya ke kampus/tempat kerja/sekolah namun harus berurusan dengan polisi yang pastinya memakan waktu lebih lama bila sebelumnya tidak melanggar aturan. Belum lagi kerugian dari segi uang, pikiran, dsb, hahaa, sangat mengesalkan. Biasanya kita akan mempunyai seribu alasan pembenaran atas pelanggaran tersebut, seperti: “Wah Pak, maaf saya gak liat lampunya udah merah.”, “Lampunya kan mati Pak, jadi tilang aja Dishub..”, “Yang di depan juga kan maju terus, kok ga distop sih Pak?”, dsb.

Terlepas dari alasan atau mental yang dimiliki oleh pengendara kendaraan bermotor, selanjutnya saya akan lebih membahas lokasi-lokasi di Kota Bandung yang biasanya terpasang “Jebakan Betmen”. Para pengendara sebaiknya berhati-hati dan diusahakan tidak melanggar lalu lintas (menerobos lampu merah, melanggar larangan belok, dsb.). Berikut di antaranya.
  • Perempatan Cikutra (arah Barat)
Perempatan ini adalah lokasi cerita di atas. Jebakan ada di jalur ke arah Barat perempatan ini. Kios/Warung yang berada di sana seperti biasa menjadi tempat nongkrong aparat berompi hijau stabilo atau tempat “transaksi”, hehe..  Cekidot ilustrasi lokasinya.

  • Perempatan Cimuncang (arah Barat)
Lokasi ini berada di antara Cicaheum dan Perempatan Cikutra. Jenis jebakannya pun sama seperti di perempatan Cikutra, ada kios di seberang perempatan. Namun di sini yang perlu diwaspadai adalah lampu lalu lintasnya. Seharusnya kan di setiap perempatan, untuk setiap arahnya, terdapat minimal dua lampu lalin, di daerah garis putih dan di seberang perempatan. Namun, lampu merah yang di garis putih mati, sehingga harus jeli melihat lampu merah yang di seberang perempatan (itu pun sedikit tertutup dedaunan).


  • Perempatan Pahlawan (arah Barat)
Perempatan ini berada di antara perempatan Cikutra dan Pusda’i. Di seberang perempatan ini tidak ada kios, tapi terdapat pos polisi kecil yang menjadi tempat berkumpulnya para pelayan dan pengayom masyarakat. Seperti biasa, pada pagi hari mereka berjaga di daerah setelah perempatan, bukan di perempatan. Hal yang perlu diwaspadai di perempatan ini adalah posisi lampu lalin. Bentuk silang perempatan ini tidak tegak lurus sempurna, sedikit nyengsol (lihat gambar). Lampu lalin seberang perempatan yang paling mudah dan enak dilihat adalah lampu lalin 1. Sayangnya, pada lampu lalin 1 hanya lampu hijau yang menyala, lampu kuning dan lampu merahnya mati. Lampu lalin 2 sedikit lebih baik dari lampu lalin 1, yakni lampu merahnya menyala. Sehingga, pengendara yang terus melihat lampu lalin 1 akan bingung ketika lampu tersebut mati (berarti sedang kuning atau merah), bila pengendara tersebut memutuskan untuk terus maju (dengan asumsi masih hijau), petugas berompi hijau stabilo siap menyambutnya.

  • Pertigaan/Belokan Jalaprang (arah Barat)
Lokasi ini berada setelah perempatan Pahlawan ke arah Barat. Aturan yang ada di pertigaaan ini adalah dari Jalan Jalaprang tidak boleh belok kanan pada jam 6 hingga jam 9 pagi (lihat gambar). Polisi berjaga di kios, tentunya setelah belokan Jalaprang tersebut. Polisi di sana pun siap sedia menindak jika ada yang melanggar. (Sekali lagi, menindak yang melanggar, bukan mencegah pelanggaran).

Pertigaan Jalaprang-Suci
Ada dua kejadian menarik yang pernah saya alami dari belokan ini. Kejadian yang pertama, saya bukanlah seorang pelanggar, namun ketika motor saya kendarai di daerah pasar suci, ada polisi yang menggunakan sepeda motor dinas yamahanya mencoba menghentikan saya, saya tidak bisa mendengar apa yang beliau katakan karena sedang mendengarkan mp3. Saya pun berhenti dan mematikan mp3 player. Setelah berhenti, polisi itu menghmapiri saya dan bertanya, “Dek, tadi belok kanan di Jalaprang ya?”, lalu saya jawab, “Wah ngga Pak, saya mah dari arah caheum, langsung dari rumah mau ke kampus..”, Polisi itu pun meminta saya menunjukkan SIM dan STNK, “Coba lihat surat-suratnya..”. Setelah polisi tersebut memeriksa SIM dan STNK saya, polisi tersebut berkata, “Ya udah, hati-hati ya dek..” sambil mengembalikan SIM dan STNK. Wahaha, rupanya polisi tersebut mengejar pelanggar dan salah tilang.

Kejadian kedua, kali ini saya memang salah, belok dari Jalan Jalaprang ke arah kanan. Setelah mengambil keputusan belok kanan, saya baru sadar dengan aturan yang ada, dan saya pun melihat polisi yang siap menyergap. Reuwas pisan lah ningali polisi, karena saat itu saya sedang buru-buru ke kampus dan tidak mau berurusan dengan polisi. Saya pun mencoba menghindari polisi tersebut dengan membelokkan motor sehingga terhalang (dari polisi) oleh 1 mobil dan berhasil. :D

Oia, tips saya untuk pengendara (sepeda motor) yang harus belok kanan dari arah Jalaprang adalah belok melalui gang (jalur warna hijau pada gambar di bawah) sebelum Jalan Suci. It works, hehe.

Jalur Tikus untuk Motor
  • Soekarno-Hatta (By-Pass) daerah MTC (arah Barat dan Timur) dan daerah Palem Permai (arah Barat dan Timur)
Pada jalan soekarno-hatta ini, terdapat dua jalur, yakni jalur lambatdan jalur cepat. Sepeda motor diharuskan untuk memasuki jalur lambat. Sekali lagi polisi tidak berjaga untuk mencegah pengendara motor memasuki jalur cepat, tapi menindak ketika pengendara tersebut terlanjur memasuki jalur cepat. Jadi, bagi para pengendara sepeda motor, saya sarankan untuk selalu menggunakan jalur lambat, kecuali jika mau berputar arah tentunya, jangan tergoda untuk ikut-ikutan motor lain yang masuk jalur cepat.


(jalur lambat = putih, jalur cepat = kuning)

 Sumber foto satelit: Google Maps

2 Responses So Far:

Anonim mengatakan...

jebakan lampu merah cikutra 2x gue alami di prit di perapatan cikutra ,jadi ati ketika dari bawah (itenas) menuju ke arah atas(gasibu,sukaluyu dsb),setelah gue analisa ternyata lampu ijo nya sebentar jadi setiap di tengan tiba2 merah jadi aja di bawa ke pos,yg parah nya lagi kadang minggu jam 10 pagi banyak polisi razia di tengah perempatan jadi arus kurang lancar maka banyak yg kejebak di tengah prapatan lalu digiring ke pos lalu nego deh kaya pengalaman gue.

Anonim mengatakan...

pertigaan jalaprang disebrang nya kantor imigrasi trus ada warung itu tempat pokis menunggu korban

(C)2011 by mozuqi.com. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Inspirasi Jalanan | mozuqi.com Copyright © 2010 Prozine Theme is Originally Designed by Lasantha and Simple Modified by Me Home | RSS Feed | Comment RSS