• INSPIRASI JALANAN | Karena inspirasi tidak datang dari atas meja kerja (saja)...

Symbian vs Blackberry vs Android (part 1)

Symbian, Blackberry, dan Android adalah OS untuk ponsel pintar (smartphone) yang populer saat ini, di luar iOS yang tidak saya bahas karena belum mampu membeli produk dari Apple tersebut, hehe. Oke, sekarang saya akan membahas dan membandingkan ketiga OS mobile tersebut, tentunya dengan sudut pandang subyektif menurut saya. Apa yang saya bandingkan adalah OS bukan merek ataupun device-nya, walaupun mungkin akan berarah pada device atau merek... (Read more)

Kepemimpinan dalam berwirausaha

Sebagai lanjutan tulisan saya sebelumnya, tulisan ini akan membahas mengenai materi yang disampaikan oleh Pak Buchori Nasution, seorang pakar leadership life skill. Sebenarnya, Pak Buchori menyampaikan materinya pada sesi 1, bersamaan dengan Bu Hendri. Namun, karena materinya berbeda topik, saya membuat dua tulisan yang berbeda untuk membahas materi yang disampaikan Pak Buchori. Materi yang dibahas oleh beliau adalah kepemimpinan dalam... (Read more)

Membangun Ekonomi Indonesia: Mendorong Perubahan Paradigma dan Mencetak Jutaan Entepreuner

Sebelumnya, karena satu dan lain hal, sekarang saya baru sempat memasukkan tulisan saya mengenai resume apa yang saya peroleh di #FIM10. Riweuh ngurus TA lah, ngoprek blog baru, server blog yang down tidak tentu lah, banyak lah kalo ditanya alasan mah. Oke, back to topic... (Read more)

Sejuta Inspirasi dari #FIM10

Tepat seminggu yang lalu saya berangkat menuju Taman Wiladatika Cibubur untuk menghadiri acara Forum Indonesia Muda (FIM) 10 yang tahun ini yang membawa judul "Leadership Lifeskill Training featuring Entrepreneurship". Saya mengikuti acara ini karena diajak oleh salah seorang teman sejurusan saya, Rio. Namun sayang sekali teman saya itu tidak lolos seleksi mengikuti acara ini. Apa itu FIM?... (Read More)

Tergiur dengan theme blog baru

Pada saat membuka dashboard blog saya, saya melihat ada wordpress.com announcement yang menyatakan ada tema baru bernama "Fresh News". Beberapa hari yang lalu juga saya melihat ada theme yang baru dirilis bernama "Mystique". Hmmm, saya tergiur melihat kedua theme tersebut. Haruskah saya mengganti theme blog saya saat ini? Kalo ganti, lebih bagus "Fresh News" atau "Mystique" ya? ...(Read more)

Friendster, jejaring sosial pertama saya

Barusan saja saya tidak tahu kenapa tiba-tiba terpikir untuk membuka salah satu jejaring sosial yang menjadi kurang populer akhir-akhir ini, friendster. Saya mengenal jejarnig sosial satu ini ketika kelas 1 SMA - sekitar tahun 2004 atau 2005. Saya masih ingat shortlink untuk profil friendster saya, email, dan password yang saya gunakan untuk akun friendster ini...

(read more)

Ambigram

Ambigram adalah suatu desain tipografi (tulisan) yang bisa diputar 180 derajat, namun tetap terbaca sebagai suatu tulisan yang sama jika tidak diputar. Wikipedia mendefinisikan ambigram sebagai berikiut...(Read more)

Iseng-iseng dubbing video

Beberapa minggu lalu, saya dengan salah satu teman saya, iseng-iseng mendubbing sebuah video. Yah, videonya ngga penting sih memang gara-gara gak ada kerjaan, hehe. Sekalian saya repost di blog ini sekalian ngetes gimana caranya masukin video di blog. Mangga ditingal. :D(Read more)

Bahaya ngga yah kalo digigit tikus?

Kemarin pagi, ketika saya berjalan ke arah rumah saudara yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah saya tiba-tiba muncul sesosok tikus melintasi kaki saya. Dengan spontan dan terkaget, saya reflek menghindar dan mencoba menginjak tikus tersebut. Saya pun berhasil menginjak tilus tersebut namun sayangnya hanya ekornya saja. Merasa terinjak, tikus tersebut berontak untuk segera kabur dan menggigit jempol kaki saya. Dengan nafsu membara dan semangat 45...(Read more)

Merasakan juga, 640GB itu kecil ya?

Beberapa minggu lalu, saya berkeinginan untuk memiliki sebuah hardis eksternal. Saya memiliki keinginan tersebut karena beberapa alasan, yakni untuk memudahkan backup data TA dan hardisk di laptop saya sudah hampir penuh. Untuk alasan pertama, memudahkan backup data TA (juga tugas dan data lainnya), saya pernah merasa deg-degan berkeringat dingin ketika laptop tiba-tiba tidak bisa masuk ke Windows, walaupun selanjutnya lancar-lancar saja. Lalu, sering juga...(Read more)

Membuat Antarmuka Perangkat Ajar Mandiri dengan Flash

Sebagai lanjutan dari tulisan saya sebelumnya, masih mengenai mata kuliah Imakom, kali ini saya akan menulis tentang membuat perangkat ajar mandiri dengan Flash. Ini merupakan tugas individu kedua yang diverikan pada mata kuliah ini. Perangkat ajar mandiri adalah aplikasi yang membuat kita bisa belajar suatu materi secara mandiri. Kita bisa menggunakan aplikasi itu untuk belajar di manapun dan kapan pun. Pada tugas kedua ini, spesifikasi tugas yang diminta oleh dosen...(Read more)

Membuat Video Perkenalan Diri dengan Flash

APada semester 8 ini, saya mengambil mata kuliah Interaksi Manusia Komputer (Imakom) dari jurusan Teknik Informatika. Saya mengambil mata kuliah luar karena memang mahasiswa Teknik Industri diwajibkan untuk mengambil 3 sks mata kuliah non-TI. Tujuan saya mengambil mata kuliah ini adalah saya berharap akan berguna untuk TA saya yang berkaitan dengan Sistem Informasi. Yah, sedikitnya saya bisa mengetahui prinsip-prinsip dalam mendesain antarmuka...(Read more)

Mencoba Provider Internet Lain

Sejak 1,5 tahun yang lalu, dari sekitar bulan Agustus 2009, saya menggunakan layanan Telkomsel Flash untuk berinternetan. Pertimbangan untuk memilih layanan mobile broadband adalah pada saat itu saya akan jarang pulang, menginap di tempat temen atau di kampus. Pilihan produk mobile broadband pada saat itu adalah Telkomsel Flash dan Indosat M2. Saya memilih Telkomsel Flash adalah karena (menganggap) jaringan Telkomsel lebih bagus dan ada di mana-mana (terutama...(Read more)

Pulsa Bisa "-" (Minus) Juga Ternyata 0

mozuqi | 23.38 |

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya pada tulisan yang ini, saat ini saya sedang mencoba kartu Tri untuk akses internet via Mobile Broadband. Tadi siang, saya kembali mencoba berinternetan menggunakan modem yang diisi kartu Tri, setelah beberapa hari sebelumnya saya asyik memanfaatkan Wifi di kampus untuk akses internet. Kartu Tri tersebut belum saya daftarkan untuk paket internet unlimited Tri, saya masih memanfaatkan pulsa reguler bawaan dari kartu perdananya sebesar Rp 10.000,- untuk berinternet. Ketika mencoba menyambungkan koneksi, secara otomatis koneksi kembali putus setelah beberapa detik. Saya ulang beberapa kali pun hasilnya sama saja, berhasil menyambung namun tak lama kemudian putus kembali.

Saya berpikir mungkin pulsanya sudah habis sehingga tidak bisa untuk berinternetan. Saya tidak bisa mengecek pulsa secara langsung karena saya memasukkan kartu Tri tersebut pada modem, bukan pada hape. Saya berniat untuk memindahkan kartu SIM Tri tersebut pada hape saya, namun sebelumnya saya menghubungi salah satu teman saya, Mato, yang menjual pulsa untuk memintanya mengisikan pulsa pada kartu Tri tersebut. Setelah mengirim SMS pada teman saya tersebut, saya diminta untuk memberikan nomor kartu Tri saya, dan karena saya tidak hapal dengan nomornya saya mencari-cari bungkus kartu perdana Tri yang bertuliskan nomor kartu Tri tersebut. Untungnya, sebelum menemukan bungkus kartu perdana tersebut saya menyempatkan diri untuk memindahkan kartu Tri ke hape saya. Saya mengecek pulsa dan hasilnya cukup mengejutkan, pulsa saya Rp -29759 (Minus 29 ribu-an). Saya berpikir kalau misalnya saya mengisi pulsa Rp 50.000,- pada kartu Tri ini, sisa pulsa saya mungkin akan menjadi hanya Rp 20.000-an karena saya berhutang (minus) sekitar Rp 30.000,-. Berikut adalah skrinsut dari hape saya.

Pulsa Rp -29759
Pulsa Rp -29759 (minus lho)
Setelah melihat saldo pulsa Kartu Tri saya tersebut, tentu saja saya mengurungkan niat untuk mengisinya dengan pulsa Rp 50.000,-. Saya jadi berniat untuk membeli kartu perdana Tri baru. Jika dilihat dari hitung-hitungan, tentu saja keputusan membeli kartu Perdana baru lebih ekonomis. Misal saya membeli kartu perdana Tri seharga Rp 12.000 dengan pulsa di dalamnya Rp 10.000 (Ini harga beli kartu perdana Tri yang sekarang pulsanya minus) ditambah dengan membeli pulsa Rp 50.000 seharga Rp 51.000, saya memperoleh pulsa sebesar Rp 60.000 pada kartu Tri baru saya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 63.000,-. Jika saya tetap tidak mau mengganti kartu, dengan mengeluarkan Rp 51.000 (untuk membeli pulsa Rp 50.000) saya hanya akan memperoleh pulsa sebesar Rp 20.000 pada kartu Tri lama saya (Rp 50.000 dikurangi Rp 30.000). Selanjutnya, saya mengumpulkan niat untuk beranjak keluar rumah menuju counter hape yang menjual kartu perdana dekat rumah. Di counter hape tersebut ternyata dijual kartu perdana Tri dengan harga jual yang lebih murah, hanya Rp 5.000 dengan pulsa sebesar Rp 3,000. Ya sudah, saya beli saja kartu Tri dengan harga Rp 5.000 tersebut, toh saya akan membeli pulsa tambahan Rp 50.000.

Sesampainya di rumah, saya langsung mengaktifkan dan meregistrasi kartu Tri saya itu. Setelah selesai, saya kembali menghubungi Mato untuk mengisikian pulsa Rp 50.000. Saya tetap membeli pulsa pada teman saya (tidak di counter hape tempat saya membeli kartu perdana) karena saya ingin mendukung usaha teman saya tersebut. Sebenarnya bukan hanya itu sih alasannya, tapi juga saya bisa menghutang pembayarannya, hahaa. Sekarang, saya telah memiliki kart Tri baru yang berisi pulsa sebesar Rp 53.000 dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 56.ooo,- dan meninggalkan hutang sebesar Rp 30.000,- di kartu Tri lama saya, hehe. Saat ini, kartu Tri baru tersebut sudah saya registrasikan untuk paket internet unlimited dengan kuota (sebelum dowspeed) sebesar 1 GB yang menguras pulsa sebesar Rp 35.ooo,- dan sekarang saya gunakan untuk membuat tulisan ini.

Hatur nuhun Mato atos masihan nambut pulsa Rp 50.000, enjing lah dibayar. Terima kasih juga pada Tri yang menganggap lunas hutang saya, hehe. Saya mengasumsikan Tri menganggap lunas saya karena tidak ada tagihan yang ditujukan pada saya. Coba saja ada tagihan, saya (mungkin) akan bayar hutang Rp 30.000 saya itu, hehe.

Mengelilingi Bumi 1,123 Kali 6

mozuqi | 08.29 |

Dua hari yang lalu, angka kilometer jarak tempuh di speedometer sepeda motor saya telah menembus angka 45000,0 km. Saya membayangkan jarak tempuh sejauh 45000 km adalah jarak yang sangat jauh, sekitar 4500 kali bolak-balik antara rumah saya dan kampus, mungkin sejauh jarak yang harus ditempuh oleh Donal Bebek ketika pergi ke Timbuktu untuk kabur. Oia, sepeda motor saya saat ini menginjak usia sekitar 3 tahun 3 bulan. Mengingat jarak tempuh itu, saya pun terpikir untuk mencari tahu jarak (panjang) Negara Indonesia. Setelah yahooing (memanfaatkan fasilitas search-engine dari Yahoo, hehe) saya menemukan bahwa menurut situs resmi pemerintahan Indonesia, Indonesia 'hanya' memiliki panjang 3.977 mil atau setara 6403 km. Saya kemudian mencari tahu berapa keliling bumi kita tercinta ini. Menurut salah satu sumber, diameter bumi kita ini adalah 12.756 km. Dengan menggunakan rumus Keliling Bola = 2πr, maka keliling bumi adalah sepanjang 40053,84 km. Artinya, motor saya saya sudah digunakan sejauh seperti mengelilingi bumi 1,123 kali. Haha.

Detik-detik menuju 45000 km
Detik-detik menuju 45000 km
Yeah, akhirnya tepat 45000,0 km
Yeah, akhirnya tepat 45000,0 km
Inspirasi yang saya peroleh di sini adalah: saya bisa melakukan hal sebesar apapun, selama saya mau melakukan hal sekecil apapun untuk meraih hal besar itu.

Mental Korupsi yang Menyebar 0

mozuqi | 11.28 |

Akhir-akhir ini saya sering melihat pemberitaan di media massa mengenai kasus korupsi, penyuapan, penggelapan uang dan sebagianya semakin marak. Mungkin tokoh utama yang paling terasa di bidang itu saat ini adalah Gayus Tambunan, selain tuduhan masalah pajak, juga tuduhan penyuapan terhadap penjaga penjara dan oknum imigrasi yang memungkinkan dia keluar penjara bahkan ke luar negeri selama masa tahanan. Selain Gayus, mungkin masih banyak tokoh-tokoh atau pejabat di negara kita tersandung kasus korupsi atau penyuapan. Kemarin sore, saya mendapatkan pengalaman yang cukup menarik melihat mental korupsi yang menyebar, ternyata tidak hanya petinggi negara atau pejabat yang bisa melakukan korupsi, saya melihat hal itu terjadi hingga pada rakyat biasa (bukan pejabat).

Pada hari itu, ban sepeda motor saya bocor akibat terkena paku. Saya dan seorang teman, Ari, yang ketika itu berada di daerah PT. Pindad, Binong, menemukan tempat tambal ban tidak terlalu cukup jauh di tempat saya menyadari kebocoran ban, masih di Jalan Gatsu. Di tempat tambal ban tersebut, saya melihat ada dua motor yang juga mengalami masalah serupa dengan bannya. Motor satu adalah milik anak remaja yang masih berseragam SMA (selanjutnya disebut si Anak SMA) dan motor dua adalah milik seorang pemuda yang sepertinya tinggal di daerah sana (selanjutnya disebut si Pemuda). Tempat tambal ban tersebut juga memiliki dua orang tukang tambal ban, selanjutnya saya sebut si Babeh dan si Emang.

Mencoba internetan Tri (3/Three) 8

mozuqi | 07.34 |

Sejak 1,5 tahun yang lalu, dari sekitar bulan Agustus 2009, saya menggunakan layanan Telkomsel Flash untuk berinternetan. Pertimbangan untuk memilih layanan mobile broadband adalah pada saat itu saya akan jarang pulang, menginap di tempat temen atau di kampus. Pilihan produk mobile broadband pada saat itu adalah Telkomsel Flash dan Indosat M2. Saya memilih Telkomsel Flash adalah karena (menganggap) jaringan Telkomsel lebih bagus dan ada di mana-mana (terutama sinyal 3G dan HSDPA-nya), serta terdapat gerai (grapari) Telkomsel dekat rumah (Cibiru). Pada saat awal-awal pemakaian, saya merasa cukup puas dengan pelayaan Telkomsel Flash ini, salah satunya seperti yang saya ungkapkan pada tulisan saya yang ini. Namun, akhir-akhir ini saya merasa tidak terlalu puas. Hal ini disebabkan kuota unlimited yang diturunkan, serta sinyal (3G/HSDPA) yang susah didapat, sekalinya sinyal 3G/HSDPA itu berhasil diperoleh, seringkali tidak stabil dan mudah putus.

Untuk memenuhi akses internet yang saya butuhkan, saya jadi lebih suka berinternetan di Wifi kampus, walaupun tidak bisa mengakses (secara resminya) ke beberapa situs seperti kaskus atau mediafire, saya menikmati akses internet di Wifi kampus karena kecepatannya yang luar biasa, sangat luar biasa jika dibandingkan dengan kecepatan broadband Telkomsel Flash saya. Seminggu yang lalu, saya iseng-iseng menguji kecepatan akses internet via speedtest.net dari kampus dan dari Telkomsel Flash, seperti terlihat pada gambar di bawah. Oiya, untuk pengujian Telkomsel Flash saya harus melakukannya pada non-peak hour, ketika kecepatannya rada mending dibanding pada peak-hour, saya melakukannya pada sekitar jam 1 dini hari.

Hasil Uji (server Bandung) Kecepatan Akses Wifi di kampus

PLN, Telkom, dan PSSI 0

mozuqi | 03.52 |

Tadi siang, listrik di rumah saya mati. Saat itu di rumah kebetulan tidak ada orang karena orang tua saya bekerja dan saya masih di kampus. Ketika kami sudah pulang, sekitar pukul 5 sore, ayah saya menghubungi kantor PLN untuk segera memperbaiki listrik di rumah kami karena sudah langit mulai menggelap. Matinya listrik pada hari itu bukan karena pemadaman bergilir, karena kami melihat listrik tetangga terang jaya. Pada pukul 6 sore, setelah menunggu sekitar 1 jam, petugas PLN tak kunjung tiba, ayah saya menelepon lagi. Singkatnya, petugas PLN baru datang sekitar jam 7-an malam, dan listrik baru menyala sekitar jam setengah 8 malam. Pada hari itu, ketika menunggu petugas PLN selama kurang lebih 2 jam, dengan beberapa batang lilin yang menemani kegelapan malam itu, saya sedikit berpikir tentang kualitas pelayanan PLN. Tidak hanya malam itu, mungkin sudah sangat sering saya, keluarga saya, atau pelanggan PLN lainnya merasa kecewa dengan PLN. Beberapa pengalaman buruk yang pernah dialami seperti pada suatu malam ibu saya yang sedang menyelesaikan pekerjaannya di depan komputer, listrik tiba-tiba mati.

Selain tidak bisa menyelesaikan sesegara mungkin, ibu saya lupa ngesave hasil pekerjaannya itu, serta motherboard komputer rumah yang rusak gara-gara power supply yang tidak stabil. Kalo dihitung, kekecawaan pelanggan PLN pasti cukup banyak dan berakibat cukup fatal, seperti mungkin banyak terlihat di surat pembaca berbagai media massa. Yah, tapi mau bagaimana lagi, jika ingin menikmati listrik, ya harus ke PLN, tak ada perusahaan lain yang bisa mengakomodasi kebutuhan kita itu. Saya pun hanya bisa mengeluh, tidak bisa betindak apapun, tidak seperti teman-teman HME (Himpunan Mahasiswa Elektro) ITB yang membuat suatu pembangkit listrik terobosan (saya lupa pakai tenaga mikro hidri atau apa, hehe) untuk memberikan akses listrik di daerah pelosok yang tidak (belum) terjangkau listrik PLN. Saat ini, jika saya mengalami kekecewaan terhadap PLN, saya selalu mengingat pepatah “Lebih baik menyalakan sebatang lilin daripada mengutuk PLN”, hehe.

Jebakan Betmen 2

mozuqi | 10.40 |

Pagi itu, Jumat 10 Desember, seperti biasa saya berangkat ke kampus dengan menggunakan sepeda motor. Jalur yang saya tempuh untuk mencapai ITB dari rumah saya (Cibiru) adalah lurus Jl. AH Nasution – Cicaheum – Suci – Dago. Seperti pagi yang lainnya, lalu lintas di sepanjang jalan cukup macet. Ketika saya sampai di jalan suci, setelah daerah depan sentra kaos, percetakan, dsb, tepatnya menjelang perempatan Cikutra, lampu lalu lintas di perempatan tersebut sedang hijau.

Dengan kondisi lalu lintas padat merayap sehingga walaupun lampu hijau kendaraan tidak bisa maju, saya yang masih berada di belakang garis putih perempatan, tidak memperhatikan warna lampu lalu lintas, hanya mengikuti kendaraan di depan. Ketika tepat berada di garis putih perempatan, saya baru sadar lampu lalu lintas telah menjadi merah, saya pun menghentikan sepeda motor dengan seketika sehingga terjadi jarak antara saya dan kendaraan depan saya yang terus maju karena terlanjur di depan. Namun, sebuah motor matic yang semula berada di belakang saya malah menyusul dan melajukan terus kendaraannya melalui perempatan tersebut.

Memang sih, kendaraan dari arah yang lain (yang lampunya sekarang seharusnya hijau) belum mulai maju, sehingga motor itu pun “selamat” tidak menabrak/tertabrak/dikelakson/dimaki pengendara yang berhak maju di arah yang lain. Sialnya, ternyata di seberang perempatan tersebut ada sesosok aparat berompi hijau stabilo yang tiba-tiba muncul dari sebuah kios. Yah, motor matic itu pun diminta untuk berhenti oleh polisi tersebut yang terlihat jelas dari arah saya berhenti. Saya sedikit senyum melihat hal tersebut dan menoleh ke pengendara sepeda motor di samping saya, dia juga ternyata tersenyum karena melihat kejadian tersebut dan mengucapkan suatu komentar (yang tidak terdengar oleh saya karena saya mendengarkan lagu via headset) sambil menunjuk-nunjuk arah polisi yang menilang tersebut.

Dari kejadian tersebut, saya jadi teringat beberapa kejadian yang perndah saya lihat atau alami langsung sebelumnya dan terbesit pertanyaaan: “Kenapa polisinya harus stand-by/berjaga setelah perempatan? Kenapa tidak sebelum perempatan?”. Saya pun memiliki beberapa alternatif jawaban, dari “Untuk memberikan efek jera bagi pelanggar” hingga “Untuk mendapatkan tambahan uang”, hehee..  Oia, untuk selanjutnya dalam tulisan ini kejadian seperti itu saya sebut “Jebakan Betmen”.

Jalan Layang yang Sangat Macet 0

mozuqi | 07.06 |

Sejak 4 hari yang lalu, di jalan layang pasupati kerap terjadi kemacetan yang luar biasa. Bukan hanya karena banyaknya kendaraan tambahan dari luar kota yang ingin sekedar berlibur di daerah Bandung dan sekitarnya pada liburan akhir tahun ini, juga karena jalan layang pasupati sedang mengalami perbaikan akibat peregangan yang cukup berbahaya jika dibiarkan.

Kebetulan pada hari Rabu, 29 Desember 2010 lalu saya ikut terjebak kemacetan di atas jalan layang pasupati. Saya yang mengendarai motor pun hampir tidak bisa bergerak untuk beberapa saat. Saya yang naik dari arah Pasteur dan hendak menuju Suci  ini, mulai merasakan kemacetan beberapa ratus meter sejak naik dari Pasteur, bahkan sebelum bentangan kabel baja yang merupakan icon jembatan layang tersebut. Saat itu saya iseng menyempatkan untuk mengabadikan peristiwa di tengah kemacetan tersebut. Terima kasih kepada Asyifa Rismawati tercinta yang telah bersedia mengambil foto walau terlihat melakukan hal yang tidak penting, hehe.

Kemacetan yang sangat parah, sirine mobil ambulans, pemadam kebakaran, atau polisi pun tidak akan berguna untuk membukakan jalan.

Kemacetan bertambah akibat sebagai pengendara yang memutar kendaraannya untuk turun di jalur yang seharusnya searah untuk naik.


(C)2011 by mozuqi.com. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Inspirasi Jalanan | mozuqi.com Copyright © 2010 Prozine Theme is Originally Designed by Lasantha and Simple Modified by Me Home | RSS Feed | Comment RSS